MALANG – Dosen Universitas Jabal
Ghafur (Unigha), Kabupaten Pidie, tampil mewakili Aceh dalam kegiatan Seminar
Nasional dan Pameran Living Lab Summit 2026 yang diselenggarakan di Auditorium
Pandhita Majapahit, Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema
“Meretas Masa Depan: Arah Baru Sains dan Teknologi Berbasis Dampak Sosial”
tersebut menjadi forum nasional bagi akademisi, peneliti, dan inovator untuk
memperkenalkan hasil riset serta pengembangan teknologi yang memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut,
Mustakim Sagita, dosen Universitas Jabal Ghafur, memperkenalkan inovasi
bertajuk “Adaptasi BISINDO-AI sebagai Asisten Digital Berbasis Kecerdasan
Buatan untuk Akselerasi Komunikasi dan Literasi Bahasa Isyarat di Sekolah Luar
Biasa (SLB).”
Inovasi yang dikembangkan melalui
Program Bestari Saintek Berdampak ini berfokus pada pemanfaatan teknologi
kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pendidikan
inklusif, khususnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan literasi bahasa
isyarat bagi siswa tunarungu.
BISINDO-AI dirancang sebagai
asisten digital yang mampu mengenali gerakan bahasa isyarat dan
menerjemahkannya menjadi teks maupun suara. Teknologi tersebut diharapkan dapat
membantu mengurangi hambatan komunikasi antara penyandang tunarungu dengan
guru, keluarga, dan masyarakat.
Pengembangan inovasi ini juga
melibatkan kolaborasi dengan SLB Negeri Pidie, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Pidie, serta Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Kolaborasi tersebut
menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan kondisi nyata di lapangan.
Partisipasi Universitas Jabal Ghafur dalam forum nasional ini menunjukkan kontribusi perguruan tinggi Aceh dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan sosial, khususnya di bidang pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. Heri Fajri, M.Pd., menyambut positif keikutsertaan dosen Unigha dalam kegiatan tersebut. Partisipasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya penelitian, inovasi, dan kolaborasi akademik, sekaligus memperluas kontribusi universitas dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat.

Melalui inovasi BISINDO-AI, Universitas Jabal Ghafur turut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya diarahkan pada kemajuan digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Keikutsertaan Mustakim Sagita
dalam Living Lab Summit 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang
lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah,
dan mitra strategis lainnya dalam pengembangan teknologi pendidikan.
Selain memperkenalkan potensi
riset dari Aceh di tingkat nasional, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi
Universitas Jabal Ghafur untuk memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi
yang aktif menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan
sumber daya manusia.